Selasa, 03 Mei 2011
Dalam menjalani kerasnya hidup ini, pastinya kita pernah terkena dengan apa yang namanya stress atau depresi. Stress bisa timbul akibat apa saja yang dapat mengganggu pikiran anda.
Padahal jika anda terkena stress dapat menyebabkan resiko terkena penyakit yang berbahaya seperti lumpuh. Bagaimana cara mengatasinya? Banyak cara yang dapat dilakukan agar kita tidak merasa depresi dan stress. Berikut ini adalah 8 cara yang ampuh untuk mengatasi stress yang diambil dari berbagai referensi terpercaya:
1) Berteriak
Salah satu tips stress yang terbukti ampuh menghindarinya. Yaitu dengan berteriak! Saat stress kita akan merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati. Lepaskan saja perasaan tidak enak itu, berteriak sekencang-kencangnya, supaya nggak malu sama tetangga, berteriak aja di kamar kedap suara. Kalau nggak punya ya di lapangan waktu nggak ada orang lain. Mengatasi stress secara keseluruhan mungkin tidak, tapi minimal akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
2) Berelaksasi
Cara mengatasi stress dengan berteriak mungkin akan sulit bagi yang tidak punya lingkungan yang memadai. Kalau begitu coba berelaksasi.
Apa itu?
Pokoknya buat diri kamu baik itu hati dan tubuh menjadi tenang. Caranya, duduk saja santai menghadap cermin. Kemudian ambil napas dalam-dalam dengan pelan. Tapi jangan ditahan..langsung deh keluarkan nafas itu pelan-pelan juga.
Efeknya hati semakin tenang dan semakin menambah motivasi hidup.
3) Punya Hobi?
Cara tergampang menghadapi stress, adalah dengan melakukan hobi. Kamu punya hobi sepakbola, dengerin lagu gratis, kenapa itu tidak kamu lakukan untuk mengatasi stress?
4) Buat diri kamu tertawa
Artikel stress ini tidak menyuruh kamu untuk ketawa-ketiwi sendiri. Karena itu sudah bukan stress lagi tapi sudah menjurus ke GILA. Maksud dari tips stress ini adalah mengatasi stress dengan menonton atau membaca sesuatu yang lucu. Banyak hal yang bisa membuat kita tertawa seperti video lucu di Youtube, website humor, atau mungkin buku humor
5) Minum Susu
Konon katanya susu dapat menjadi tips stress ampuh. Menurut artikel stress yang saya baca, susu dapat mengurangi kadar hormon adrenalin dalam darah. Cara mengatasi stress yang sama dengan pepatah 'sambil menyelam minum susu'.
6) Bicarakan stressnya
Kalau uang bolehlah disimpan. Tapi kalau stress kenapa juga harus disimpan sendiri. Bicarakan masalah kamu dengan orang terdekat kamu entah itu teman, kerabat, atau ibu. Cara mengatasi stress yang paling gampang...
7) Apa itu kompetisi
Salah satu penceramah motivasi hidup selalu mengatakan: Hidup ini selalu ada kompetisi untuk menjadi lebih baik. Itu memang benar...tapi bukan berarti kita harus memikirkannya bukan.
Mengatasi stres: Jangan terlalu banyak memikirkan persaingan kamu menjadi lebih baik dari orang lain apalagi cemburu. Pikirkan saja diri kamu untuk selalu melakukan hal yang terbaik.
8) Selalu lihat sisi positif
Seperti kata mas Einstein: Semua itu adalah relatif. Hal yang menurut kamu jelek bukan berarti orang lain akan menganggapnya jelek. Bingung?
Inti dari artikel stress ini adalah apapun pasti ada sisi baik dan sisi buruk.
Saat kamu melihat sisi buruk maka itu adalah stress. Saat kamu melihat sisi baik itu adalah motivasi hidup
Minggu, 01 Mei 2011
Aku mau ngomong penting sama kamu...Ketika mendengar kalimat itu dari sang kekasih, rasanya jantung serasa berhenti sepersekian detik.
Sebenarnya Anda sudah tahu ketika hubungan Anda dengannya sudah mendekati hari-hari terakhir... dan kalimat tersebut adalah awal dari sebuah pengalaman yang menyakitkan dan menyedihkan dalam hidup Anda.
Anda putus hubungan dengan sang kekasih... dan di sini sekarang Anda berada.
Putus cinta adalah salah satu situasi yang paling mengerikan, menyedihkan dan paling tidak enak yang dapat dirasakan oleh seseorang. Kalau dalam bahasa Inggrisnya patah hati disebut broken heart, itu karena memang menggambarkan keadaan emosi dan perasaan seseorang yang tengah mengalami keadaan ini.
Hancur berantakan. Bagaikan sebuah gelas beling yang terbanting ke lantai, berkeping-keping, berserakan ke mana-mana.
Sedih, kangen, sayang, marah, bingung, kaget, penyesalan dan sejuta perasaan lainnya bercampur aduk jadi satu dalam ramuan yang membuat Anda sakit dan ingin berlari sejauh-jauhnya. Dan memang itu yang banyak dilakukan orang dalam keadaan ini: melarikan diri.
Jiwa Anda seperti menggeliat, meregang dalam rasa sakit putus cinta yang tidak kunjung mereda. Orang-orang di sekitar Anda berkata, "Sudahlah, luka putus cinta seperti ini pasti sembuh sendiri seiring waktu." Namun itu terasa seperti nasihat omong kosong karena Anda sama sekali tidak merasa seperti itu. Setiap hari yang berlalu dari momen tragis itu, Anda merasa semakin pedih, kegundahan yang sulit dinyatakan dengan kata-kata. Sepertinya tidak ada seorang pun yang bisa memahami rasa pilu di hati Anda.
Langkah demi Langkah...Perlahan namun PASTI
Sebenarnya Anda sudah tahu ketika hubungan Anda dengannya sudah mendekati hari-hari terakhir... dan kalimat tersebut adalah awal dari sebuah pengalaman yang menyakitkan dan menyedihkan dalam hidup Anda.
Anda putus hubungan dengan sang kekasih... dan di sini sekarang Anda berada.
Putus cinta adalah salah satu situasi yang paling mengerikan, menyedihkan dan paling tidak enak yang dapat dirasakan oleh seseorang. Kalau dalam bahasa Inggrisnya patah hati disebut broken heart, itu karena memang menggambarkan keadaan emosi dan perasaan seseorang yang tengah mengalami keadaan ini.
Hancur berantakan. Bagaikan sebuah gelas beling yang terbanting ke lantai, berkeping-keping, berserakan ke mana-mana.
Sedih, kangen, sayang, marah, bingung, kaget, penyesalan dan sejuta perasaan lainnya bercampur aduk jadi satu dalam ramuan yang membuat Anda sakit dan ingin berlari sejauh-jauhnya. Dan memang itu yang banyak dilakukan orang dalam keadaan ini: melarikan diri.
Jiwa Anda seperti menggeliat, meregang dalam rasa sakit putus cinta yang tidak kunjung mereda. Orang-orang di sekitar Anda berkata, "Sudahlah, luka putus cinta seperti ini pasti sembuh sendiri seiring waktu." Namun itu terasa seperti nasihat omong kosong karena Anda sama sekali tidak merasa seperti itu. Setiap hari yang berlalu dari momen tragis itu, Anda merasa semakin pedih, kegundahan yang sulit dinyatakan dengan kata-kata. Sepertinya tidak ada seorang pun yang bisa memahami rasa pilu di hati Anda.
Anda Tidak Sendirian
Anda kerap terbayang akan kisah-kisah indah yang pernah dilalui bersamanya dahulu, jauh sebelum putus cinta. Anda tidak bisa berhenti memikirkan seluruh janji cinta manis yang disampaikan olehnya. Seluruh tulisan surat cinta, SMS cinta, puisi cinta, candaan cinta lewat telepon, serta pertemuan-pertemuan yang hangat dan nyaman.
Semua terasa begitu sempurna. Anda bisa yakin itu bukan perasaan kasmaran Anda saja karena ada banyak orang yang begitu mendukung, mengkonfirmasi, bahkan iri akan keindahan hubungan cinta Anda dengannya.
Dan ketika semuanya berakhir, semuanya terasa... runtuh, hancur berantakan.
Anda sudah mencoba untuk kuat melewati masa putus cinta ini. Anda berkali-kali berteriak pada diri sendiri untuk bangun dan bertahan. Apa daya, cinta Anda terputus bersamaan dengan asa untuk melanjutkan hidup Anda.
Rasa sakit datang bertubi-tubi, membuat Anda jiwa Anda lelah dan terlalu hampa untuk hal-hal lainnya. Anda jatuh terluka. Hati Anda. Jiwa Anda. Mental Anda. Fisik Anda. Seluruhnya.
Saya bisa menulis itu semua karena saya pernah berada di posisi Anda. Apa yang Anda rasakan hari ini bukan sebuah fenomena yang unik milik Anda dan saya saja. Menurut statistik, setiap harinya diperkirakan ada satu kisah putus cinta untuk setiap dua puluh pasangan di dunia ini.
Anda perlu mengetahui bahwa apapun yang Anda rasakan sekarang adalah ALAMIAH, WAJAR dan NORMAL.
Anda tidak perlu merasa bersalah jika ingin mengurung diri sepanjang hari, menangis sepanjang minggu, berteriak-teriak menyalahkan keadaan sepanjang bulan, atau bahkan sesekali terpikir untuk menyakiti diri demi mengalihkan perhatian dari lirih luka di hati Anda.
Anda BERHAK untuk merasa kecewa, hancur dan tersakiti!
Saya tahu persis rasanya. Saya sangat mengerti bahwa Anda sudah cukup menderita dengan penolakan dan putus cinta, jadi rasanya saya tidak perlu lagi memperparah keadaan dengan memarahi Anda atau bahkan melarang Anda melakukan hal-hal bodoh, konyol, dan tidak berguna seperti itu.
Silakan Anda curahkan semua emosi, penyesalan dan kekecewaan Anda. Saya akan menunggu di sini. Saya tidak akan ke mana-mana… Karena setelah Anda lelah melakukan itu semua, saya ingin mengulurkan tangan dan mengajak Anda untuk kembali berdiri.
Untuk itu saya ada di sini. Untuk membantu Anda menata kembali diri Anda yang sedang hancur.
Anda kerap terbayang akan kisah-kisah indah yang pernah dilalui bersamanya dahulu, jauh sebelum putus cinta. Anda tidak bisa berhenti memikirkan seluruh janji cinta manis yang disampaikan olehnya. Seluruh tulisan surat cinta, SMS cinta, puisi cinta, candaan cinta lewat telepon, serta pertemuan-pertemuan yang hangat dan nyaman.
Semua terasa begitu sempurna. Anda bisa yakin itu bukan perasaan kasmaran Anda saja karena ada banyak orang yang begitu mendukung, mengkonfirmasi, bahkan iri akan keindahan hubungan cinta Anda dengannya.
Dan ketika semuanya berakhir, semuanya terasa... runtuh, hancur berantakan.
Anda sudah mencoba untuk kuat melewati masa putus cinta ini. Anda berkali-kali berteriak pada diri sendiri untuk bangun dan bertahan. Apa daya, cinta Anda terputus bersamaan dengan asa untuk melanjutkan hidup Anda.
Rasa sakit datang bertubi-tubi, membuat Anda jiwa Anda lelah dan terlalu hampa untuk hal-hal lainnya. Anda jatuh terluka. Hati Anda. Jiwa Anda. Mental Anda. Fisik Anda. Seluruhnya.
Saya bisa menulis itu semua karena saya pernah berada di posisi Anda. Apa yang Anda rasakan hari ini bukan sebuah fenomena yang unik milik Anda dan saya saja. Menurut statistik, setiap harinya diperkirakan ada satu kisah putus cinta untuk setiap dua puluh pasangan di dunia ini.
Anda perlu mengetahui bahwa apapun yang Anda rasakan sekarang adalah ALAMIAH, WAJAR dan NORMAL.
Anda tidak perlu merasa bersalah jika ingin mengurung diri sepanjang hari, menangis sepanjang minggu, berteriak-teriak menyalahkan keadaan sepanjang bulan, atau bahkan sesekali terpikir untuk menyakiti diri demi mengalihkan perhatian dari lirih luka di hati Anda.
Anda BERHAK untuk merasa kecewa, hancur dan tersakiti!
Saya tahu persis rasanya. Saya sangat mengerti bahwa Anda sudah cukup menderita dengan penolakan dan putus cinta, jadi rasanya saya tidak perlu lagi memperparah keadaan dengan memarahi Anda atau bahkan melarang Anda melakukan hal-hal bodoh, konyol, dan tidak berguna seperti itu.
Silakan Anda curahkan semua emosi, penyesalan dan kekecewaan Anda. Saya akan menunggu di sini. Saya tidak akan ke mana-mana… Karena setelah Anda lelah melakukan itu semua, saya ingin mengulurkan tangan dan mengajak Anda untuk kembali berdiri.
Untuk itu saya ada di sini. Untuk membantu Anda menata kembali diri Anda yang sedang hancur.
Langkah demi Langkah...Perlahan namun PASTI
Tidak pernah ada pil obat ajaib untuk mengatasi putus cinta secara instan. Satu-satunya yang bisa Anda lakukan saat ini adalah apa yang saya sebut damage control, yakni mengendalikan kondisi agar tidak lebih rusak dan menyakitkan daripada seharusnya. Baru setelah itu Anda dapat menjalani proses penyembuhan Anda.
Putus cinta memang menyakitkan. Tapi mengalami putus cinta berarti Anda sudah pernah menjalin cinta. Berarti Anda sudah pernah menemukan, merasakan dan mendapatkan cinta.
Karena itu, hal pertama yang saya ingin Anda lakukan adalah: bersyukur bahwa Anda telah mengalami ini semua. Ini adalah sebuah pengalaman berharga yang akan membuat Anda bertambah kuat dan dewasa.
Ketika Anda mengalami patah hati dan putus cinta, ada dua pilihan yang dapat Anda lakukan. Pertama, Anda dapat terus terpuruk dan hanyut dalam lautan penyesalan dan kesedihan, membuat aspek-aspek lain dalam hidup Anda ikut terseret dalam arusnya.
Menjadikan Anda manusia yang lebih rendah kualitasnya daripada sebelumnya. Atau Anda dapat mengambil pilihan kedua, Anda dapat belajar dari penyesalan Anda dan menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas bagi Anda untuk melesat lebih tinggi menjadi manusia yang jauh lebih berkualitas dari sebelumnya.
Seperti kata pepatah: Apa yang tidak membunuh Anda akan membuat Anda semakin kuat.
Sadarilah...
Saya hanya ingin Anda melakukan dan melaluinya dengan tips dan trik yang sehat tanpa merugikan diri. Untuk bisa menyembuhkan diri dari rasa sakit dan trauma yang mengerikan ini, sebelumnya Anda perlu benar-benar menyadari sepenuhnya apa yang sedang Anda alami sekarang. Sadari bahwa putus cinta adalah bagian dari kehidupan. Cepat atau lambat Anda akan merasakannya, bahkan Anda dijamin mengalami beberapa kali lagi di masa depan dan di sepanjang hidup Anda nanti.
Putus cinta memang menyakitkan. Tapi mengalami putus cinta berarti Anda sudah pernah menjalin cinta. Berarti Anda sudah pernah menemukan, merasakan dan mendapatkan cinta.
Karena itu, hal pertama yang saya ingin Anda lakukan adalah: bersyukur bahwa Anda telah mengalami ini semua. Ini adalah sebuah pengalaman berharga yang akan membuat Anda bertambah kuat dan dewasa.
Ketika Anda mengalami patah hati dan putus cinta, ada dua pilihan yang dapat Anda lakukan. Pertama, Anda dapat terus terpuruk dan hanyut dalam lautan penyesalan dan kesedihan, membuat aspek-aspek lain dalam hidup Anda ikut terseret dalam arusnya.
Menjadikan Anda manusia yang lebih rendah kualitasnya daripada sebelumnya. Atau Anda dapat mengambil pilihan kedua, Anda dapat belajar dari penyesalan Anda dan menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas bagi Anda untuk melesat lebih tinggi menjadi manusia yang jauh lebih berkualitas dari sebelumnya.
Seperti kata pepatah: Apa yang tidak membunuh Anda akan membuat Anda semakin kuat.
Sadarilah...
Saya hanya ingin Anda melakukan dan melaluinya dengan tips dan trik yang sehat tanpa merugikan diri. Untuk bisa menyembuhkan diri dari rasa sakit dan trauma yang mengerikan ini, sebelumnya Anda perlu benar-benar menyadari sepenuhnya apa yang sedang Anda alami sekarang. Sadari bahwa putus cinta adalah bagian dari kehidupan. Cepat atau lambat Anda akan merasakannya, bahkan Anda dijamin mengalami beberapa kali lagi di masa depan dan di sepanjang hidup Anda nanti.
Sabtu, 30 April 2011
“Thanks karena telah menjadi teman, membantu saya keluar dari masalah dan hari ini akhirnya bisa lulus kuliah juga. Sukses untuk JBD”. Pesan pendek itu masuk ke ponsel Tiwin Herman, Jumat siang lalu. Si pengirim pesan, sebut saja bernama Ronald, pria berusia 27 tahun yang merupakan pengguna hotline www. janganbunuhdiri.net yang digagas Tiwin dan teman-temannya setahun silam. “Dia sempat ingin bunuh diri dan penelepon layanan ini sejak kami berdiri. Sekarang, kami akrab sekali, seperti teman dekat,” ujar Tiwin Herman, Ketua Janganbunuhdiri.Net. Saking dekatnya hubungan emosional itu, Tiwin merupakan orang pertama yang dikabari Ronald ketika lulus ujian skripsi Jumat itu. Niat Ronald mengakhiri hidup, terpicu karena hubungan kedua orang tuanya tidak harmonis.
Ronald yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara merasa putus asa dengan hidup yang berantakan dan tidak diperhatikan orang tua. Akhirnya dia uring-uringan dan sangat emosional. Salah satu efeknya adalah kuliahnya yang baru selesai setelah melewati sembilan tahun yang berliku di salah satu perguruan tinggi diJakarta itu.
Pesan seperti itu merupakan pesan yang kesekian kalinya diterima Tiwin dan rekan-rekannya. Pengirimnya tak lain, mereka yang sebelumnya berniat bunuh diri, namun merasa diselamatkan hotline tersebut. Klik saja “Buku Tamu” website mereka, misalnya. Ada yang berkomentar bahwa situs dan layanan ini membantu mereka menemukan penyelesaian, merasakan kembali perhatian, dan sejenisnya.
Misalnya yang dikirimkan Diana tinggal di Malang, pada Jumat siang lalu yang berbunyi; “Th anks karena telah mengobati beban pikiran dan menjadi tempat curhat”. Ide Janganbunuhdiri.net adalah menolong mereka yang pernah tebersit bunuh diri. Layanan nirlaba ini berdiri sejak 9 Februari 2010, digagas oleh tiga orang mahasiswa S2 Psikologi Universitas Indonesia, Harez Posma Sinaga, Posma Roland Simatupang, termasuk Tiwin Herman. Bentuk layanannya melalui jaringan telepon (021-96969293) atau email dan chatting room Yahoo Messenger (janganbunuhdiri@yahoo.com).
Layanan ini dikawal 12 personel yang berprofesi sebagai psikolog atau ahli kejiwaan. “Awalnya yang mengelola hanya kami bertiga, tapi karena semakin banyak yang masuk, banyak yang bantu. Kalau tidak begitu, enggak bisa istirahat,” ujar Tiwin sambil senyum-senyum. Ketika pertama kali di-launching, jumlah pengguna layanan hanya segelintir. Paling banter hanya 5-10 orang yang masuk per hari.
Sedangkan saat ini, dalam tempo tiga jam, bisa 19 orang yang masuk, baik itu melalui telepon atau chatting room secara bersamaan. “Kalau ada yang masuk, kita harus siap kapan pun, enggak boleh diputus, meski capek. Apalagi hotline ini 24 jam,” tambah Tiwin. Alhasil, mereka pun menyiasatinya dengan membagi shift yang stand by, meski pekerjaan ini bisa dimoderatori secara online dan mobile. Misalnya, untuk shift dini hari dipegang konselor kami bernama Ana yang tinggal di Amerika Serikat. Setiap satu shift antara 1-3 personel yang siap.
Bukan Nasihat
Metode layanan janganbunuhdiri. net bukan memberi nasihat atau langkah- langkah penyelesaian masalah. Tapi sebagai teman berbagi. Sebab, menurut Tiwin, orang yang pernah tebersit bunuh diri karena mereka tidak punya teman curhat, tidak ada orang-orang terdekat yang perhatian dan dia merasa sendiri menghadapi hidup.
“Kami hanya mendengarkan kisah mereka. Kalau pun beri feedback, misalnya; Ada yang bisa kami bantu? Apa yang terjadi? Kok bisa?, seperti itu,” ungkap Tiwin. Metode itu didasari dua aspek kejiwaan. Pertama, orang yang berniat bunuh diri pasti dalam kondisi labil dan emosional. Mereka lebih butuh teman dan tidak untuk dinasihati karena justru bisa memicu lebih emosional.
Kedua, pada dasarnya manusia punya kemampuan menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun karena sedang labil tadi, pikirannya tidak jernih. Lalu, bagaimana profi l yang menghubungi mereka? Bisa siapa pun. Laki-laki atau perempuan, tuamuda, dan dari berbagai profesi. Bahkan ada anak yang berusia 7 tahun sampai pria uzur kepala tujuh.
“Bunuh diri itu tidak mengenal jenis kelamin, usia, profesi, atau ras. Siapa pun bisa terjadi,” ujar dia. Selain mereka, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga melansir layanan serupa. Melalui hotline service 021-500454 (24 jam) yang beroperasi sejak 10 Oktober silam. Hotline ini bukan hanya untuk mereka yang berniat bunuh diri, namun untuk gangguan psikososial lainnya.
Misalnya, trauma pasca bencana, kerusuhan, atau konsultasi kejiwaan umum. “Pada awalnya, layanan ini hanya dipergunakan mereka yang ingin tahu layanan di Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, tapi sekarang bergeser ke psikososial, termasuk bunuh diri,” ujar Koordinator Pelaksana Hotline Service 500454 Kanisius Maturbongs.
Layanan itu dikawal sembilan konselor yang terdiri dari psikiatri, psikolog, tenaga penyuluh kesehatan masyarakat, dan perawat senior yang berpendidikan S2 ilmu kejiwaan. Ke depan, karena makin tingginya traffi c penggunaan layanan ini, Kemenkes akan menambah konselornya dari mantan pasien yang sudah sembuh. Konkretnya melatih anggota Perhimpunan Jiwa Sehat untuk menjadi konselor.
Layanan ini terintegrasi dengan 27 rumah sakit jiwa yang ada di Indonesia dan berpusat di RSJ Dr Soeharto Heedjan, Jakarta. Di sana ada tiga operator dengan empat link yang menghubungkan dengan konsuler di mana pun berada. “Setiap pagi, ada 4-5 operator yang bertugas. Kalau malam, dua orang,” tambah dia.
Ronald yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara merasa putus asa dengan hidup yang berantakan dan tidak diperhatikan orang tua. Akhirnya dia uring-uringan dan sangat emosional. Salah satu efeknya adalah kuliahnya yang baru selesai setelah melewati sembilan tahun yang berliku di salah satu perguruan tinggi di
Pesan seperti itu merupakan pesan yang kesekian kalinya diterima Tiwin dan rekan-rekannya. Pengirimnya tak lain, mereka yang sebelumnya berniat bunuh diri, namun merasa diselamatkan hotline tersebut. Klik saja “Buku Tamu” website mereka, misalnya. Ada yang berkomentar bahwa situs dan layanan ini membantu mereka menemukan penyelesaian, merasakan kembali perhatian, dan sejenisnya.
Misalnya yang dikirimkan Diana tinggal di Malang, pada Jumat siang lalu yang berbunyi; “Th anks karena telah mengobati beban pikiran dan menjadi tempat curhat”. Ide Janganbunuhdiri.net adalah menolong mereka yang pernah tebersit bunuh diri. Layanan nirlaba ini berdiri sejak 9 Februari 2010, digagas oleh tiga orang mahasiswa S2 Psikologi Universitas Indonesia, Harez Posma Sinaga, Posma Roland Simatupang, termasuk Tiwin Herman. Bentuk layanannya melalui jaringan telepon (021-96969293) atau email dan chatting room Yahoo Messenger (janganbunuhdiri@yahoo.com).
Layanan ini dikawal 12 personel yang berprofesi sebagai psikolog atau ahli kejiwaan. “Awalnya yang mengelola hanya kami bertiga, tapi karena semakin banyak yang masuk, banyak yang bantu. Kalau tidak begitu, enggak bisa istirahat,” ujar Tiwin sambil senyum-senyum. Ketika pertama kali di-launching, jumlah pengguna layanan hanya segelintir. Paling banter hanya 5-10 orang yang masuk per hari.
Sedangkan saat ini, dalam tempo tiga jam, bisa 19 orang yang masuk, baik itu melalui telepon atau chatting room secara bersamaan. “Kalau ada yang masuk, kita harus siap kapan pun, enggak boleh diputus, meski capek. Apalagi hotline ini 24 jam,” tambah Tiwin. Alhasil, mereka pun menyiasatinya dengan membagi shift yang stand by, meski pekerjaan ini bisa dimoderatori secara online dan mobile. Misalnya, untuk shift dini hari dipegang konselor kami bernama Ana yang tinggal di Amerika Serikat. Setiap satu shift antara 1-3 personel yang siap.
Bukan Nasihat
Metode layanan janganbunuhdiri. net bukan memberi nasihat atau langkah- langkah penyelesaian masalah. Tapi sebagai teman berbagi. Sebab, menurut Tiwin, orang yang pernah tebersit bunuh diri karena mereka tidak punya teman curhat, tidak ada orang-orang terdekat yang perhatian dan dia merasa sendiri menghadapi hidup.
“Kami hanya mendengarkan kisah mereka. Kalau pun beri feedback, misalnya; Ada yang bisa kami bantu? Apa yang terjadi? Kok bisa?, seperti itu,” ungkap Tiwin. Metode itu didasari dua aspek kejiwaan. Pertama, orang yang berniat bunuh diri pasti dalam kondisi labil dan emosional. Mereka lebih butuh teman dan tidak untuk dinasihati karena justru bisa memicu lebih emosional.
Kedua, pada dasarnya manusia punya kemampuan menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun karena sedang labil tadi, pikirannya tidak jernih. Lalu, bagaimana profi l yang menghubungi mereka? Bisa siapa pun. Laki-laki atau perempuan, tuamuda, dan dari berbagai profesi. Bahkan ada anak yang berusia 7 tahun sampai pria uzur kepala tujuh.
“Bunuh diri itu tidak mengenal jenis kelamin, usia, profesi, atau ras. Siapa pun bisa terjadi,” ujar dia. Selain mereka, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga melansir layanan serupa. Melalui hotline service 021-500454 (24 jam) yang beroperasi sejak 10 Oktober silam. Hotline ini bukan hanya untuk mereka yang berniat bunuh diri, namun untuk gangguan psikososial lainnya.
Misalnya, trauma pasca bencana, kerusuhan, atau konsultasi kejiwaan umum. “Pada awalnya, layanan ini hanya dipergunakan mereka yang ingin tahu layanan di Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, tapi sekarang bergeser ke psikososial, termasuk bunuh diri,” ujar Koordinator Pelaksana Hotline Service 500454 Kanisius Maturbongs.
Layanan itu dikawal sembilan konselor yang terdiri dari psikiatri, psikolog, tenaga penyuluh kesehatan masyarakat, dan perawat senior yang berpendidikan S2 ilmu kejiwaan. Ke depan, karena makin tingginya traffi c penggunaan layanan ini, Kemenkes akan menambah konselornya dari mantan pasien yang sudah sembuh. Konkretnya melatih anggota Perhimpunan Jiwa Sehat untuk menjadi konselor.
Layanan ini terintegrasi dengan 27 rumah sakit jiwa yang ada di Indonesia dan berpusat di RSJ Dr Soeharto Heedjan, Jakarta. Di sana ada tiga operator dengan empat link yang menghubungkan dengan konsuler di mana pun berada. “Setiap pagi, ada 4-5 operator yang bertugas. Kalau malam, dua orang,” tambah dia.
”Aku sudah baca semuanya tapi ga bikin aku pengen hidup. Aku gagal hidup. Mo mati juga ga bisa. Aku lebih dari sepuluh kali mo mati tagi gagal terus. Ada aja yg ngalangin. Aku gagal segalanya.” Kalimat barusan ditulis seorang wanita di buku tamu situs: janganbunuhdiri.net. Dari rangkaian kalimat di atas, mudah ditebak kalau yang bersangkutan sedang bermasalah dan ingin bunuh diri. Situs ini memang menyediakan layanan bagi masyarakat yang ingin berkeluh-kesah. Terutama yang ingin mengakhiri hidupnya. Keluh-kesah dapat dilakukan melalui hotline, chatting maupun email.
Di halaman awal situ sini juga ada nomor telepon atau alamat email. Pada halaman paling bawah, ada tiga tombol yaitu Saya sendiri yang ingin bunuh diri, Orang yang saya kasihi yang ingin bunuh diri dan Saya hanya ingin tahu tentang perilaku bunuh diri.
Selain itu, jika ingin halaman lain, bisa memilih menu-menu yang terletak di sisi kiri halaman. Menunya adalah serambi, informasi, blog, forum diskusi, sekilas, kontak dan buku tamu. Situs itu lahir dari keprihatinan pengelola atas banyaknya kasus bunuh diri. Padahal bunuh diri bisa dicegah jika ada orang yang mau jadi teman curhat.
”Sekarang orang nggak ngerti lagi kalau menghadapi masalah itu harus bagaimana? Kami punya asumsi bahwa semua orang itu butuh curhat. Kami percaya bahwa kalau anda punya masalah, anda cerita sama orang. Masalahnya selesai apa nggak? Enggak kan. Tetapi sedikit sudah menurunkan tensi dan mulai bisa berpikir. Dan kami percaya itu,” ujar Tiwin Herman, ketua Perkumpulan Jangan Bunuh Diri (JeBeDe).
”Kami ngerasa punya keahlian dan selama ini orang merasa kemana sih bisa memakai jasa kami. Masih ada image kalau ke psikolog itu mahal. Lantas gimana cara agar jasa kami bisa dipakai lebih luas,” imbuhnya.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)












