Sabtu, 30 April 2011
”Aku sudah baca semuanya tapi ga bikin aku pengen hidup. Aku gagal hidup. Mo mati juga ga bisa. Aku lebih dari sepuluh kali mo mati tagi gagal terus. Ada aja yg ngalangin. Aku gagal segalanya.” Kalimat barusan ditulis seorang wanita di buku tamu situs: janganbunuhdiri.net. Dari rangkaian kalimat di atas, mudah ditebak kalau yang bersangkutan sedang bermasalah dan ingin bunuh diri. Situs ini memang menyediakan layanan bagi masyarakat yang ingin berkeluh-kesah. Terutama yang ingin mengakhiri hidupnya. Keluh-kesah dapat dilakukan melalui hotline, chatting maupun email.
Di halaman awal situ sini juga ada nomor telepon atau alamat email. Pada halaman paling bawah, ada tiga tombol yaitu Saya sendiri yang ingin bunuh diri, Orang yang saya kasihi yang ingin bunuh diri dan Saya hanya ingin tahu tentang perilaku bunuh diri.
Selain itu, jika ingin halaman lain, bisa memilih menu-menu yang terletak di sisi kiri halaman. Menunya adalah serambi, informasi, blog, forum diskusi, sekilas, kontak dan buku tamu. Situs itu lahir dari keprihatinan pengelola atas banyaknya kasus bunuh diri. Padahal bunuh diri bisa dicegah jika ada orang yang mau jadi teman curhat.
”Sekarang orang nggak ngerti lagi kalau menghadapi masalah itu harus bagaimana? Kami punya asumsi bahwa semua orang itu butuh curhat. Kami percaya bahwa kalau anda punya masalah, anda cerita sama orang. Masalahnya selesai apa nggak? Enggak kan. Tetapi sedikit sudah menurunkan tensi dan mulai bisa berpikir. Dan kami percaya itu,” ujar Tiwin Herman, ketua Perkumpulan Jangan Bunuh Diri (JeBeDe).
”Kami ngerasa punya keahlian dan selama ini orang merasa kemana sih bisa memakai jasa kami. Masih ada image kalau ke psikolog itu mahal. Lantas gimana cara agar jasa kami bisa dipakai lebih luas,” imbuhnya.
1 Comment:
-
- Anda tak sendiri said...
30 April 2011 pukul 14.16Semoga Bermanfaat
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


